-->

Tips Menangani Blank Page Sindrom


Blank Page Sindrom adalah suatu kondisi dimana seseorang akan menulis pada sebuah halaman kosong namun kebingungan menentukan kata pertama tulisannya.

Hal seperti ini hampir dialami oleh semua pemula dalam hal tulis-menulis. Seperti juga saya, dorongan menulis begitu mengebu-gebu. Namun ketika akan menuliskan apa yang ada dalam fikirian semuanya hilang tersapu bersih oleh kebingungan.

Pada postingan ini saya akan meberikan tips yang cukup jitu untuk menanganinya;


1. BUAT BLOG

Dengan menbuat blog kita akan selalu terpacu untuk menulis. Blog yang kita buat akan selalu menggoda kita untuk membuat postingan-postingan.

Sayang kan sudah capek-capek buat blog namun tidak diisi artikel.


2. POKOKNYA TULIS SAJA

Jangan matikan kreatifitas menulis dengan berbagai teori tentang menulis yang baik dan benar.

Pokoknya tulis saja, apa adanya. Biarkan tulisan mengalir dengan sendirinya, jangan hiraukan ejaan dan tanda bacanya, biarkan saja huruf-huruf yang tidak tepat pengunannya, abaikan kata-katanya yang tidak nyambung.

Ingat "pokoknya tulis saja" sampai selesai.

Begitu selesai, baru perbaiki ejaan dan tanda bacanya, edit huruf-huruf yang salah, ganti kata-kata yang tidak nyambung lalu lengkapi setiap kalimat dan paragraf yang dirasa kurang.


3. BANYAK MEMBACA

Ini penting. Membaca dan menulis ibarat sapasang kekasih yang sulit dipisahkan, akan sangat kesulitan untuk menulis ketika bank referensi kita minim.

Dengan banyak membaca ide akan melimpah, membaca juga memperkaya kosa kata, pilihan kalimat dan cara penyajian yang akan dipakai dalam menulis.


4. SUGESTI DIRI

Tanamkan dalam pikiran bahwa saya pun bisa menulis. Saya bisa seperti dan bahkan mengalahkan karir menulis Pramoedya Ananta Toer. Saya bisa menghasilkan karya-karya yang lebih hebat daripada Buya Hamka. Saya bisa menulis buku yang lebih sukses dari serial Harry Poter.

Kelihatannya berlebihan. Namun, hal ini dapat memacu kita untuk lebih giat berlatih. Karena menulis membutuhkan kerja keras, bukan hanya sekedar bakat.

LihatTutupKomentar