Pertanian Organik Budidaya Tanaman dan Ternak Paling Menjanjikan

Pertanian Organik

Pertanian organik merupakan salah satu agenda pembangunan dalam nawa cita Bapak Joko Widodo saat pertama kali terpilih menjadi presiden Republik Indonesia. Sistem ini dipercaya lebih unggul dibanding cara bertani kita selama ini.


Sebenarnya, ada banyak sekali keunggulan pertanian organik. Disamping ramah lingkungan, system ini menjanjikan keuntungan besar bagi petani. Karena, harga hasil panen tanaman organik lebih tinggi dibanding harga hasil panen pertanian konvensional.


Metode budidaya pertanian organik juga berpotensi menghasilkan hasil panen melimpah di tengah ancaman kekeringan parah yang terus meningkat akibat perubahan iklim global. Hal ini karena cara pertanian organik memiliki kemampuan menyimpan cadangan air yang lebih tinggi dibanding pertanian konvensional.


Namun sangat disayangkan, melihat fakta yang terjadi saat ini. Penerapan pertanian organik di Indonesia sepertinya masih jauh, melihat dunia pertanian kita belum keluar dari lingkaran setan penggunaan pestisida dan pupuk berbahan kimia. Mirisnya lagi, kualitas produk pertanian kita juga masih sangat rendah.


Menghadapi situasi ini, mari bergandeng tangan, bahu membahu mewujudkan pengelolaan pertanian secara organik. Karena, pertanian organik sebagai solusi pertanian berkelanjutan untuk produksi yang ramah lingkungan.


Agar lebih memahami dan dapat menerapkan cara bertani organik ke dalam praktik produksi, Kita akan menjawab beberapa pertanyaan tentang pertanian organik berikut ini;


Pengertian pertanian organik


Pertanian organik adalah teknik budidaya yang berorentasi pada pemanfaatan bahan alami, menghindari penggunaan pupuk kimia, organisme hasil rekayasa genetika, hormon pertumbuhan buatan, pestisida kecuali dari bahan yang diperbolehkan.


Elemen kunci dari sistem pertanian organik


Pengelolaan tanah dilakukan dengan baik dan bijaksana demi meningkatkan dan menjaga kesuburan alami tanah. Mempertahankan komposisi kandungan organik tanah, aktivitas mikroba serta struktur alami tanah yang;


Melakukan rotasi tanaman dengan perencanaan matang dan hati-hati untuk menyeimbangkan kesuburan, mengendalikan gulma dan meminimalkan masalah hama. Aktif mencegah gulma, hama dan penyakit, pantang menggunakan bahan kimia dan Pestisida;


Teknik pertanian organik


Teknik utama pertanian oraganik iayalah memaksimalkan pemanfaatan lingkungan alam sekitar. Seperti penggunaan legum dan lantoro untuk pembuatan kompos, melakukan fiksasi nitrogen tanah dengan memanfaatkan kemampuan mikroba terrentu, memelihara pemangsa alami hama tanaman, melakukan gilir atau rotasi tanam untuk mengurangi intensitas serangan hama, melakukan pengendalian gulma secara mekanis, dan hal-hal lain yang sifatnya alami.


Beikut beberapa teknik yang sering digunakan dalam pertanian organik di banyak tempat;


Teknik tumpang sari


Tumpang sari adalah salah satu teknik bertani dengan menanam beragam jenis tanaman dalam satu ruang yang sama.  Teknik ini sebenarnya adalah teknik jadul yang sudah dipraktekkan oleh nenek moyang bangsa kita sejak ratusan tahun lalu. Namun entah kenapa ditinggalkan oleh petani-petani jaman sekarang.


Seabagai contoh, misalnya menanam berbagai sayuran di kebun yang sama. Perlakuan ini dapat mengundang banyak serangga yang bermanfaat.


Teknik tumpang sari juga dapat memperkaya kandungan jasad renik tanah yang dapat menunjang produktifitas pertanian.


Pengelolaan lahan


Pertanian organik menitik beratkan pengolahan lahan dengan mendorong penguraian bahan organik secara alami. 


Untuk mengganti nutrisi tanah yang diserap oleh tanaman sebelumnya, di pertanian organik diupayakan dengan pengaplikasian pupuk hijau dan pengomposan.


Metode lain untuk untuk meningkatkan kesuburan tanah dilakukan dengan teknik rotasi atau gilir tanaman, pengolahan tanah terbatas dan penggunaan kompos.


Pertanian organik juga menggunakan kotoran ternak, beberapa pupuk mineral olahan seperti fosfat, dan bubuk sedimen laut yang merupakan bentuk alami dari kalium.


Pengendalian gulma


Pengendalian gulma dilakukan untuk meningkatkan daya saing tanaman terhdap tumbuhan pengganggu. Pada pertanian organik, pengendalian gulma dapat dilakukan melalui sisten tumpang sari dengan memanfaatkan tanaman fitotoksik yang mempengaruhi pertumbuhan gulma.


Jika harus membersihkan gulma, upayakan dilakukan secara mekanik, seperti mencabuti rumput, mencangkul, paras atau menggunakan ternak pemakan rumput. 


Rotasi tanaman organik dilakukan dengan teratur termasuk dengan tanaman penutup yang dapat menghambat tumbuh kembang gulma. memulih tanaman yang memiliki siklus hidup yang berbeda untuk mencegah gulma berasosiasi dengan tanaman tertentu.


Penanganan Hama


Teknik pertanian organik dalam mengendalikan hama tanaman dilakukan dengan menarik predator yang menguntungkan untuk pengendalian hama dengan menyediakan habitat alternative di kebun. Biasanya berupa ladang tanaman yang menampung hewan yang merupakan predator alami hama.


Mendorong ketersediaan mikroorganisme yang menguntungkan, memggilir tanaman ke lokasi yang berbeda sepanjang musim, mengganggu siklus hidup perkembangbiakan hama, menggunakan biopestisida dan bioherbisida, menggunakan perangkap untuk memantau dan mengendalikan populasi hama, dan menggunakan penghalang fisik, seperti jaring atau paranet.


Pemeliharaan ternak


Sedangkan untuk ternak, vaksin sangat dibatasi bahkan dilarang dalam pertanian organik di banyak tempat. Pertanian organik berusaha menyediakan hewan dengan kondisi kekebalan alami yang diupayakan dengan pemberian makanan alami terbaik. Mengharuskan semua pakan buatan bersertifikat organik.


Variasi genetik


Yang paling penting dari pertanian organik adalah penolakan terhadap hewan ternak dan tanaman yang dimodifikasi secara genetik.


Penggunaan peralatan pertanian


Pada pertanian organik, penggunaan peralatan bermesin bensin dan disel sangat dibatasi, hal ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan petani pada bahan bakar fosil.


Pengaplikasian pupuk


Standar penggunaan pupuk mengharuskan pupuk organik yang telah disterilkan melalui melalui proses pengomposan anaerobik dengan suhu tinggi. Jika menggunakan kotoran ternak, maka harus dikarantina selama 120 hari sebelum panen (jika produk akhir bersentuhan langsung dengan tanah, atau 90 hari sebelum panen jika hasil panen tidak bersentuhan langsung dengan tanah).


Prinsip prinsip pertanian organik

  1. Prinsip ekologi: Pertanian organik harus berbasis ekosistem, bekerja sama dan membantu melestarikan ekosistem. Produksi pangan itu sendiri merupakan komponen ekosistem lokal. Kesesuaian antara proses produksi dan ekosistem meminimalkan masalah yang ditimbulkan dalam pertanian;
  2. Prinsip Pemerataan: Pertanian organik harus dibangun di atas hubungan yang menjamin keadilan antara lingkungan dan organisme. Harus ada keseimbangan antara kebutuhan manusia dan sosial dan perlindungan lingkungan.
  3. Prinsip kehati-hatian: Pertanian organik harus dikelola dengan cara bijaksana dan penuh tanggung jawab untuk kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta kelestarian lingkungan.
  4. Prinsif komprehensif: Selain untuk menghasilkan barang berkualitas tinggi, tujuan penting yang tidak dapat diabaikan adalah pelestarian nutrisi alami tanah, air bersih, dan kekayaan keanekaragaman hayati. Pertanian organik harus teguh berpegang sepenuhnya pada proses pengolahan secara ekologis untuk tujuan pembangunan pertanian berkelanjutan dan jangka panjang.

LihatTutupKomentar